Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 28 Juni 2011

Punk, Rock, Emo

punk, rock, emo itu masih berasal dari satu keluarga yang sama. Emocore (Emo) merupakan salah satu anak cabang dari punk core (punk), sama juga dengan hardcore dan skacore (meskipun ska lebih tua daripada punk umurnya). 

Kalo dibilang beda ya beda lah jenis musiknya, tapi coba perhatikan ada beberapa beat dan nada yang familiar antara emo dengan punk. 

Musisi-musisi emo seperti My Chemical Romance, Silverstein, Saosin, influencenya band-band punk dan metal semua. Terus bagaimana mau disebut bukan punk? 

Karena pada dasarnya musik punk (yang variasinya sudah bermacam-macam di abad 21 ini: Hardcore, Skapunk, Emo, Melodic, Punk Metal, dll.) adalah respon kritis, kreatif, dan positif terhadap berbagai macam 'alienasi' yang dibentuk oleh globalisasi dan kapitalisme. 

Jika punk selalu diidentikkan dengan pergerakan politis, patut diketahui tdk semua punk itu politis. The Ramones, NOFX, Green Day, Circle Jerks, even S.I.D punya beberapa lagu cinta didalam track mereka. Lantas kenapa mereka gak bisa dibilang Emo? Gak semua band punk itu 'political', dan gak semua org yg ngaku punk betul-betul "punk"! Banyak poseurnya juga kok... 

Kalo saya melihat punk di Indonesia muncul sebagai reaksi terhadap represi Order Baru yang bikin hidup anak muda Indonesia menjadi pasif, tidak kritis, dan monoton (makanya punk muncul sebagai 'pembebas' ekspresi anak muda Indonesia), saya melihat emo sebagai genre musik yang membebaskan anak muda utk mengekspresikan kejadian sehari-hari: cheating girlfriends/boyfriends, cheating parents, broken home, fake friendships, boring life,... sama spt fungsi punk dahulu di tahun 1970an dan 1980an... 

0 komentar

Posting Komentar

Sapha pun yang masuuk blog ini,. entah ithu om, tante, opha, omha, kake, nene, dll,.
mohoon tinggalkan komentar ia buat blog ini,
cz bruu belajar buuadht nii,. :)